Langsung ke konten utama

Napak Tilas Pendiri Kampung Seni Yudha Asri

Jupri Noor atau M. Jufrni Nur lahir 11 September 1947 di sebuah desa kecil yang bernama Desa Jambu di Kecamatan Pamarayan. Sejak kecil beliau sangat suka sekali dengan seni tradisional khusunya Seni Beluk, Terbang Gede, Dzikir Saman dan Rampak Bedug. Bukan hanya beliau, bapak serta kakeknya pun suka dengan seni tradisional ini.  Pelestarian budaya bak sebuah tahta yang turun-temurun, dari Buyut(abad 17), kakek(abad 18), ayah(abad 19) dan anak(sekarang), empat generasi telah terlewati sampai dengan saat ini M. Hafid Nur(Ketua Kampung Seni Yudha Asri). Berkat keseriusan dan kesabaran mereka dalam menggali dan melestarikan seni, sampai detik ini kita masih bisa menikmatinya.
Perjalanan dimulai dari tahun 1970-an ketika Jupri Noor hijrah ke Kampung Yudha (Kampung Seni Yudha Asri), Desa Mander, Kecamatan Pamarayan(sekarang Kecamatan Bandung). Pada saat itu beliau mulai mengajarkan agama Islam, Membaca Alquran, Sholat, Puasa dan perintah-perintah Allah lainya. Kampung Yudha, Desa Mander pada masa lalu masih terbentang hutan belantara, warganya masih dalam hitungan jari dan dalam mengamalkan agama Islam masih tergolong rendah. Setelah beliau(Jupri Noor) datang, semuanya berubah total, semua diajarkan bagaimana memahami agama Islam dengan baik dan benar. Sambil belajar agama, beliau memperkenalkan seni dan budaya yang merupakan peninggalan kakek dan ayahnya.
Tidak lama berselang, Jupri Noor menikah dengan salah satu warga Kampung Yudha, kemudian beliau mulai membangun Kampung Yudha secara bertahap. Diawali dengan pembangunan Jalan AMD - Koramil, Jalan Mander - ki dalang, kemudian untuk memperindah kampung, dibangunlah Taman Yudha serta saung-saung didalamnya. Selama proses pembangunan Kampung, Seni Beluk, Dzikir Saman, Terbang Gede dan Rampak Bedug tidak ketinggalan, beliau dengan gigih mengajarkan masyarakatnya untuk memahami dan menjiwai seni ini. Setelah dinilai berhsail dalam menggarap seni, barulah mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum misalnya dalam acara pernikahan, khitanan serta mengikuti ajang perlombaan tingkat kabupaten maupun provinsi. Terakhir seni yang diciptakan oleh beliau adalah Bedug Kerok.
Setelah beliau wafat, tahta seni dilanjutkan kepada anaknya saat ini M. Hafid Nur. Pada masa kepemimpinan beliau, perkembangan seni begitu pesat. Semua dihidupkan kembali, dari mulai Tradisi, Budaya dan Seni Tradisional digarap dengan baik. Dan puncaknya ketika Kampung Yudha diresmikan menjadi Kampung Seni Yudha Asri pada bulan Januari 2010. Sampai saat ini hampir setiap hari, kegiatan seni berjalan, dari mulai pembinaan anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA, Pembinaan Sanggar serta Masyarakat umum, Lomba Seni Tradisioal tingkat Kabupaten dan Provinsi bahkan Nasional, Pembukaan suatu acara, Pelepasan Siswa, Peliputan Media, Adat Pernikahan dan lain sebagainya.(upload : Dok KSYA 4 Juni 2011)



 
 





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pembuatan Topeng dari Tanah Liat

Topeng merupakan atribut dari kesenian Bedug Kerok Kampung Seni Yudha Asri. Karena topeng ini merupkan perlengkapan seni Bedug Kerok, maka dibuat dengan wajah yang ceria dan mengundang tawa orang yang melihatnya, sesuai dengan karakter Seni Bedug kerok yaitu seni yang menghibur. Proses pembuatannya tergolong sederhana, pertama kita menyiapkan tanah liat sebagai bahan dasarnya, kemudian kertas, lem, pisau pembentuk dan alas papan. Langkah-langkah pembuatannya yaitu kita siapkan tanah liat yang halus dan tidak tercampur oleh batu krikil, kemudian tanah liat tersebut kita bentuk di atas alas papan. Setelah dibentuk dengan bentuk wajah dan permukaannya sudah halus baru kita tempelkan kertas dengan menggunakan lem. Setelah semua permukaan wajah ditempelkan kertas, langkah selanjutnya adalah penjemuran, Jika sudah kering pisahkan antara tanah liat dan kertas yang sudah berbentuk wajah tadi, dan terakhir adalah pengecatan.(Dok : KSYA 10 Juli 2011) Klik play(>) untuk melihat video

Seni Merangkai Bunga, Dekorasi Pelaminan dan Bunga Papan Serang, Banten di Kampung Seni

Dekorasi merupakan seni memperindah tata ruang, baik interior maupun eksterior. Seni dekorasi bertujuan memperindah, mempercantik dan memberikan nilai lebih terhadap suatu objek. Seni Dekorasi bisa kita jumpai pada saat resepsi pernikahan, ulang tahun, acara kolosal, peresmian suatu tempat, Acara kedinasan dan lain sebagainya. Biasanya yang didekorasi mencakup taman, pelaminan, podium, rumah, gedung dan tempat/objek lainya. Selain seni hias juga terdapat seni membuat ucapan dengan menggunakan papan atau yang lebih dikenal bunga papan. Seni ini menggunakan bunga hidup sebagai media utamanya, kemudian streoform, busa, media penyangga, bunga kertas dan yang paling penting seninya. Bunga papan biasanya untuk mengucapkan selamat atas kesuksesan seseorang/perusahaan, duka cita, ulang tahun dan lain sebagainya. Seniman-senimannya biasanya tersebar di wilayah Bandung, Bogor, Rangkas Bitung, Serang. Di Kampung Seni Yudha Asri sendiri banyak seniman yang terlatih dan profesional yang membidangi

Sewa Baju Daerah Telp.087871527369/081283704326, Sewa Kostum Adat, Koleksi Kostum Nusantara Sanggar Yudha Asri

Berikut adalah koleksi-koleksi baju daerah/tradisional Sanggar Tari Tradisional Yudha Asri(Kampung Seni Yudha Asri). Untuk informasi sewa baju daerah/sewa kostum daerah Telp. 087871527369 /081283704326 Web/blog : www.sewabajudaerah.blogspot.com            

Alamat Kampung Seni Yudha Asri

Alamat Sekretariat di Jakarta : Jl. Deltasari F1 No. 16 RT. 004/13 Taman Radio Dalam, Kebayoran  Baru, Jakarta Selatan(Depan Puskesmas Gandaria Utara) Alamat Kampung Seni Yudha Asri di Banten : Jalan AMD Koramil - Yudha KM. 2 (SMP Negeri 1 Bandung), Kampung Yudha, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Serang Timur(Perbatasan Tangerang), Banten - Indonesia. Telp. 021-98333271 Contact Person : 087871527369 - Irfan Murdani 087882373641 - Nurmuhyi Email / YM : sanggar_seni_yudha@yahoo.co.id Facebook : Kampung Seni Yudha Asri Klik salah satu gambar, geser kiri/kanan, zoom (+) /(-) atau play. Rute jalan menuju Kampung Seni Yudha Asri, Perhatikan gambar di bawah ini : 1. Keluar Tol Balaraja Barat, Tangerang kemudian belok kiri ke arah Cikande, Pom Bensin Cikande (Jarak Sekitar 10 KM) 2. Dari Pom Bensin Cikande, selanjutnya belok kiri menuju Pangkalan Ojek Ambon, Cikande (Jarak Sekitar 100 Meter) 3. Dari Pangkalan Ojek Cikande, menuju Perumahan BTN Permai Cikande (Jaraknya

Ada Apa di Kampung Seni Yudha Asri?

Kampung seni yudha asri, itulah sebutan yang lebih populer saat ini. Di tempat ini kita bisa menjumpai berbagai macam seni dan budaya, adat istiadat, Kerajinan tangan, Makanan Khas, Taman, Rumah Tradisional, Saung/Vila, Gedung Kesenian/Gedung Serba Guna, dan berbagai kesenian tradisional. Pengunjung pada umumnya sengaja datang ke Kampung Seni Yudha Asri ini untuk berbagai tujuan, ada yang sengaja bermain/rekreasi, Belajar Seni Tradisional, Penelitian, Study Tour, Kumpul Bareng atau ada yang bersifat Kedinasan, misalnya Rapat Dinas, Peresmian, Pengkukuhan, Peliputan dan lain-lain. Kampung Seni Yudha Asri sejak di resmikan keberadaanya beberapa waktu lalu, telah banyak hal positif yang telah dilakukan, khususnya menanamkan kecintaan masyarakat akan Seni Tradisi. Dan sampai saat ini sudah hampir 350 orang belajar seni tradisi, ada yang belajar Rampak Bedug, Bedug Kerok, Kohkol, Bendrong dan beluk, sesuai dengan kesenangan masing-masing. Hampir dari kesemuanya terdiri dari  Pelajar,

Soft Opening Bale Kota Tangerang 2012, Bersama Rampak Bedug Kampung Seni

Bale Kota Tangerang merupakan salah satu mall yang terletak di Kota Tangerang. Letaknya hanya beberapa meter dari Kantor Walikota Tangerang. Tepat hari ini Sabtu, 17 Oktober 2012, secara resmi Mall Bale Kota Tangerang, dibuka untuk umum. Mengawali acara, Rampak Bedug Kampung Seni langsung beratraksi didepan ratusan penonton yang sudah hadir sejak pagi hari. Acara berikutnya yaitu penampilan kesenian tradisional Tor Tor dari Sumatra Utara. Selain kesenian tradisional juga dimeriahkan oleh Barongsai dan Musik Band. Video Rampak Bedug Kampung Seni @Soft Opening Bale Kota Tangerang 2012        

Tari Jaipong-Yudha Asri di Pondok Bambu, Jakarta Timur 06/04/2013

Tari Jaipong-Sanggar Yudha Asri di Pondok Bambu, Jakarta Timur 06/04/2013

Dekorasi Pelaminan di Desa Jambu, Pamarayan, Serang

Dekorasi kali ini berlangsung tidak jauh dari lokasi Kampung Seni Yudha Asri, tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Seniman yang berkarya adalah Kang Sablong, Subi, Uyi, Aswadi, Kasmar dan kawan-kawan. Konsep yang dipakai sangat sederhana, hanya berupa bunga meja, standing dan dekorasi panggung pengantin.(Dok : 10 Juli 2011) 

Pendaftaran Kelas Baru Anak-Anak, Remaja dan Dewasa

Sanggar Tari Tradisional Yudha Asri Kabar Gembira!!! Bagi kamu yang ingin mengembangkan bakat seni tari atau sekedar menyalurkan hobi nari, Telah Dibuka Kelas Baru untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Latihan diadakan setiap hari Minggu Pukul 14.00 s.d 16.00 di Gelanggang Olah Raga(GOR) Radio Dalam, Pasar Inpres, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bagi yang ingin mendaftar silahkan download form pendaftaran yang ada dibawah ini atau datang langsung ke Sekretariat Sanggar Yudha Asri di JL. Deltasari F1 No. 16 Taman Radio Dalam V, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Download Formulir Pendaftaran : Klik disini untuk download formulir pendaftaran Informasi Lebih Lanjut :  081283704326 / 087871527369 / (WhatsApp)   087871527369 - Irfan Peta Lokasi Sekretariat Sanggar Yudha Asri di Google Maps : Dokumentasi Latihan : Dokumentasi Study Tour Sanggar Yudha Asri dari tahun ke tahun: Cihara, Ma

Kerajinan Tangan Khas Kampung Seni Yudha Asri dan Sekitarnya "Boboko"

Boboko merupakan kerajinan tangan yang terbuat dari bambu. Di gunakan untuk tempat nasi / beras atau untuk tempat bahan makanan atau sayuran. Ukurannya bermacam-macam, ada yang berdiameter 50 cm, 100 cm, bahkan ada yang berukuran besar sekitar 3 meter. Cara pembuatannya tergolong rumit, perlu keahlian khusus. Pertama kita harus menyiapkan sebatang pohon bambu yang sudah tua, kemudian dibersihkan sampai halus. Kemudian bambu dipotong beberapa bagian untuk selanjutnya dibuat kecil-kecil dan tipis. Setelah itu, dibuat bentuk boboko, jika sudah terbentuk, langkah selanjutnya adalah penganyaman, kemudian pengikatan dengan rotan. Untuk lebih jelasnya bisa kita liat pada gambar dibawah ini. Terlihat salah satu keluarga di Kampung Seni Yudha Asri sedang membuat boboko. Boboko ini ada yang dipakai untuk keperluan sehari-hari, ada juga untuk keperluan pesanan atau dijual di pasar tradisional. Klik play (>) untuk melihat video