Langsung ke konten utama

Touring Sanggar Yudha Asri To Sawana - Pelabuhan Ratu

Hari ini bukan seperti biasanya kami beraktivitas, ya, jika keseharian kami adalah mengolah gerak, mengkreasikan musik dan memadukan keduanya, namun kali ini tidak. Kali ini kami pergi kesuatu tempat nan jauh dimato keselatan pulau jawa, tepatnya di Pantai Sawarna dan Pelabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Barat.
Sore itu kami berangkat tidak dengan mengendarai roda empat seperti yang lajimnya kami pakai dalam suatu acara, namun menggunakan roda dua. Jerak tempuh dari Sanggar Yudha Asri di Banten menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi sekitar 200 kilometer, sungguh jarak yang tidak biasa kami tempuh dengan menggunakan motor. Tapi ya itulah tekad kami, ingin mengeksplorasi keindahan negeri ini dari peloksok hingga ke pesisir.
Kami berangkat ba'da maghrib dari sanggar dengan peserta yang ikut ada 20 orang, mereka semua anggota aktif di Sanggar Yudha Asri. Rute yang kami lalui melalui gunung-gunung dan tanjakan yang begitu terjal, juga hujan yang mengguyur sangat deras selama setengah perjalanan kami menuju tempat tujuan.
Sempat ada insiden kecil dimana salah satu dari rombongan menabrak pembatas jalan dan motor masuk keselokan yang cukup dalam, sehingga tim kami pun harus bertiga untuk menarik motornya agar bisa naik keatas. Juga ada motor yang kehabisan bensin ditengah-tengah hutan yang jauh dari penduduk, dimana jalanan sepi hanya tim kami saja yang lewat. Sempat ada kekhawatiran untuk melewati tempat ini karena informasi dari penduduk sering ada begal dijalan yang kami lalui ini. Tapi alhamdulilah kami bisa selamat sampai tujuan. Lelah dan penuh perjuangan memang, tapi semua terbayar dengan keindahan Pantai Sawaran dan Pantai Pelabuhan Ratu. Ombaknya yang ganas tidak menyulutkan kami untuk berlama-lama menikmati lokasi ini.
Rombongan tiba dilokasi pertama yaitu di Pantai Sawarna sekitar pukul 01.00 wib. Malam yang gelap itu hanya gemuruh ombak saja yang kami dengar. Tim menginap di vila yang sudah kami pesan sebelumnya, sehingga sekalipun tiba tengah malam, kami tidak kesulitan mencari penginapan. Tarif masuk kelokasi ini sekitar Rp. 10.000/orang itupun sudah dengan kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda dua, bisa langsung menuju ke vila dengan menggunakan motor sekitar 2 kilo meter. Namun jika kita menggunakan mobil, harus diparkirkan ditempat yang telah disediakan oleh pengelola dan tempatnya sangat jauh ke tempat penginapan dan pinggir pantai.
Malam yang lelah itu, kami langsung istirahat dan makan, selepas makan, kami pun menuju Bibir Pantai Sawarna. Malam yang dingin dideru ombak dan angin yang kencang, kami pun sangat menikmati malam itu. Dengan obrolan santai dan memberikan visi-misi kedepan sanggar serta pengkajian spiritual kita khususnya pemahaman akan diri dan Allah. Tidak terasa sudah dua jam obrolan ini berlalu, kami pun kembali beristirahat ke vila masing-masing dan esok hari siap-siap ketempat berikutnya.
Matahari sudah menunjukan sinarnya, kami pun bergegas bangun, mandi dan sarapan pagi. Setelah itu kami pun kembali ke bibir pantai untuk melihat panorama alam disiang hari, disini acaranya bebas ada yang berfoto-foto, bermain pasir dan mencari ikan/binatang laut. Kami juga berfoto-foto dengan menggunakan drone Xiro Explorer V di Tanjung Layar yang merupakan landmark nya Pantai Sawarna.
Matahari sudah berada ditengah embun-embunan(Ubun-Ubun), kami pun kembali ke vila untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ratu Sukabumi. Tepat Pukul 13.00 wib kami pun berangkat, dalam perjalan menuju lokasi awan pun menjadi gelap, hari pun yang tadinya terang berubah menjadi redup dan hujan turun dengan begitu derasnya. Kami sempat menepi disebuah warung kopi, menikmati minuman hangat sambil menunggu hujan, namun yang ditunggu sepertinya tidak mau reda, akhirnya dengan rasa terpaksa kami harus hujan-hujanan, basah-basahan melanjutkan perjalanan. Waktu sudah mau menjelang sore, namun hujan tetep setia mendampingi kami sampai tujuan. Sekitar pukul 15.30 wib kami sampai di Pelabuhan Ratu tepatnya di Karang Hawu. Dengan baju yang basah kuyup, kami beristirahat sejenak sambil menikmati laut. Setelah itu kami langsung menuju ke Petilasan Nyi Roro Kidul untuk berziarah. Konon ditempat ini Nyi Roro Kidul sering hadir dan memang banyak sekali ornamen yang bernuansa hijau, mulai dari kelambu, bunga, kursi, tembok/bilik semuanya hijau. Kurang lebih 30 menit kami berziarah langsung menuju pinggir Pantai Karang Hawu. Ombak disini jauh lebih ganas dari pada di Pantai Sawarna, Pantainya sangat curam dengan terumbu karang dibawahnya. Selanjutnya kami menuju ke Paniisan Soekarno,  dulu presiden pertama kita pernah singgah disini untuk sekedar istirahat walaupun secara pandangan gaib kita tidak tahu apa yang dilakukan beliau.
Dirasa cukup, menjelang maghrib kami pun kembali ke vila di Sawarna, lagi-lagi hujan turun begitu derasnya selama perjalanan kami menuju vila. Sekitar pukul 20.30 wib rombonganpun tiba Sawarna. Dengan keadaan yang basah kuyup seharian kehujanan tentu sangat melelahkan. Tim pun menginap kembali di vila yang sama dimalam kedua. Kegiatan malam ini hanya fokus istirahat karena seharian sudah menikmati perjalanan yang sangat luar biasa beratnya.
Dihari ketiga ini merupakan hari terakhir kami touring dan tidak ada aktivitas lagi seperti hari yang kemarin. Tim berkemas-kemas, baju yang basah semua sudah kering karena hari ini alhamdulilah cuacanya sangat panas berbanding terbalik dengan kemarin. Sekitar pukul 14.30 kami pun berangakat untuk kembali kerumah masing-masing. Diperjalanan kami sempat istirahat di Pantai Karang Songsong, sekitar 30 menit kami kembali melanjutkan perjalanan. Tidak terasa sudah pukul 16.30 tim sudah sampai setengah perjalanan menuju sanggar, kali ini kami beristirahat, makan dan minum kopi di perkebunan sawit di daerah Gunung Kencana, Lebak.Setengah jam sudah berlalu kami pun bergegas melanjutkan perjalanan kembali. Tepat pukul 20.30 rombongan alhamdulilah sampai dengan selamat ke Sanggar Yudha Asri, Banten. Berikut dokumentasinya...

 







 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pembuatan Topeng dari Tanah Liat

Topeng merupakan atribut dari kesenian Bedug Kerok Kampung Seni Yudha Asri. Karena topeng ini merupkan perlengkapan seni Bedug Kerok, maka dibuat dengan wajah yang ceria dan mengundang tawa orang yang melihatnya, sesuai dengan karakter Seni Bedug kerok yaitu seni yang menghibur. Proses pembuatannya tergolong sederhana, pertama kita menyiapkan tanah liat sebagai bahan dasarnya, kemudian kertas, lem, pisau pembentuk dan alas papan. Langkah-langkah pembuatannya yaitu kita siapkan tanah liat yang halus dan tidak tercampur oleh batu krikil, kemudian tanah liat tersebut kita bentuk di atas alas papan. Setelah dibentuk dengan bentuk wajah dan permukaannya sudah halus baru kita tempelkan kertas dengan menggunakan lem. Setelah semua permukaan wajah ditempelkan kertas, langkah selanjutnya adalah penjemuran, Jika sudah kering pisahkan antara tanah liat dan kertas yang sudah berbentuk wajah tadi, dan terakhir adalah pengecatan.(Dok : KSYA 10 Juli 2011) Klik play(>) untuk melihat video

Seni Merangkai Bunga, Dekorasi Pelaminan dan Bunga Papan Serang, Banten di Kampung Seni

Dekorasi merupakan seni memperindah tata ruang, baik interior maupun eksterior. Seni dekorasi bertujuan memperindah, mempercantik dan memberikan nilai lebih terhadap suatu objek. Seni Dekorasi bisa kita jumpai pada saat resepsi pernikahan, ulang tahun, acara kolosal, peresmian suatu tempat, Acara kedinasan dan lain sebagainya. Biasanya yang didekorasi mencakup taman, pelaminan, podium, rumah, gedung dan tempat/objek lainya. Selain seni hias juga terdapat seni membuat ucapan dengan menggunakan papan atau yang lebih dikenal bunga papan. Seni ini menggunakan bunga hidup sebagai media utamanya, kemudian streoform, busa, media penyangga, bunga kertas dan yang paling penting seninya. Bunga papan biasanya untuk mengucapkan selamat atas kesuksesan seseorang/perusahaan, duka cita, ulang tahun dan lain sebagainya. Seniman-senimannya biasanya tersebar di wilayah Bandung, Bogor, Rangkas Bitung, Serang. Di Kampung Seni Yudha Asri sendiri banyak seniman yang terlatih dan profesional yang membidangi

Sewa Baju Daerah Telp.087871527369/081283704326, Sewa Kostum Adat, Koleksi Kostum Nusantara Sanggar Yudha Asri

Berikut adalah koleksi-koleksi baju daerah/tradisional Sanggar Tari Tradisional Yudha Asri(Kampung Seni Yudha Asri). Untuk informasi sewa baju daerah/sewa kostum daerah Telp. 087871527369 /081283704326 Web/blog : www.sewabajudaerah.blogspot.com            

Alamat Kampung Seni Yudha Asri

Alamat Sekretariat di Jakarta : Jl. Deltasari F1 No. 16 RT. 004/13 Taman Radio Dalam, Kebayoran  Baru, Jakarta Selatan(Depan Puskesmas Gandaria Utara) Alamat Kampung Seni Yudha Asri di Banten : Jalan AMD Koramil - Yudha KM. 2 (SMP Negeri 1 Bandung), Kampung Yudha, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Serang Timur(Perbatasan Tangerang), Banten - Indonesia. Telp. 021-98333271 Contact Person : 087871527369 - Irfan Murdani 087882373641 - Nurmuhyi Email / YM : sanggar_seni_yudha@yahoo.co.id Facebook : Kampung Seni Yudha Asri Klik salah satu gambar, geser kiri/kanan, zoom (+) /(-) atau play. Rute jalan menuju Kampung Seni Yudha Asri, Perhatikan gambar di bawah ini : 1. Keluar Tol Balaraja Barat, Tangerang kemudian belok kiri ke arah Cikande, Pom Bensin Cikande (Jarak Sekitar 10 KM) 2. Dari Pom Bensin Cikande, selanjutnya belok kiri menuju Pangkalan Ojek Ambon, Cikande (Jarak Sekitar 100 Meter) 3. Dari Pangkalan Ojek Cikande, menuju Perumahan BTN Permai Cikande (Jaraknya

Ada Apa di Kampung Seni Yudha Asri?

Kampung seni yudha asri, itulah sebutan yang lebih populer saat ini. Di tempat ini kita bisa menjumpai berbagai macam seni dan budaya, adat istiadat, Kerajinan tangan, Makanan Khas, Taman, Rumah Tradisional, Saung/Vila, Gedung Kesenian/Gedung Serba Guna, dan berbagai kesenian tradisional. Pengunjung pada umumnya sengaja datang ke Kampung Seni Yudha Asri ini untuk berbagai tujuan, ada yang sengaja bermain/rekreasi, Belajar Seni Tradisional, Penelitian, Study Tour, Kumpul Bareng atau ada yang bersifat Kedinasan, misalnya Rapat Dinas, Peresmian, Pengkukuhan, Peliputan dan lain-lain. Kampung Seni Yudha Asri sejak di resmikan keberadaanya beberapa waktu lalu, telah banyak hal positif yang telah dilakukan, khususnya menanamkan kecintaan masyarakat akan Seni Tradisi. Dan sampai saat ini sudah hampir 350 orang belajar seni tradisi, ada yang belajar Rampak Bedug, Bedug Kerok, Kohkol, Bendrong dan beluk, sesuai dengan kesenangan masing-masing. Hampir dari kesemuanya terdiri dari  Pelajar,

Soft Opening Bale Kota Tangerang 2012, Bersama Rampak Bedug Kampung Seni

Bale Kota Tangerang merupakan salah satu mall yang terletak di Kota Tangerang. Letaknya hanya beberapa meter dari Kantor Walikota Tangerang. Tepat hari ini Sabtu, 17 Oktober 2012, secara resmi Mall Bale Kota Tangerang, dibuka untuk umum. Mengawali acara, Rampak Bedug Kampung Seni langsung beratraksi didepan ratusan penonton yang sudah hadir sejak pagi hari. Acara berikutnya yaitu penampilan kesenian tradisional Tor Tor dari Sumatra Utara. Selain kesenian tradisional juga dimeriahkan oleh Barongsai dan Musik Band. Video Rampak Bedug Kampung Seni @Soft Opening Bale Kota Tangerang 2012        

Tari Jaipong-Yudha Asri di Pondok Bambu, Jakarta Timur 06/04/2013

Tari Jaipong-Sanggar Yudha Asri di Pondok Bambu, Jakarta Timur 06/04/2013

Dekorasi Pelaminan di Desa Jambu, Pamarayan, Serang

Dekorasi kali ini berlangsung tidak jauh dari lokasi Kampung Seni Yudha Asri, tepatnya di Desa Jambu, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Seniman yang berkarya adalah Kang Sablong, Subi, Uyi, Aswadi, Kasmar dan kawan-kawan. Konsep yang dipakai sangat sederhana, hanya berupa bunga meja, standing dan dekorasi panggung pengantin.(Dok : 10 Juli 2011) 

Pendaftaran Kelas Baru Anak-Anak, Remaja dan Dewasa

Sanggar Tari Tradisional Yudha Asri Kabar Gembira!!! Bagi kamu yang ingin mengembangkan bakat seni tari atau sekedar menyalurkan hobi nari, Telah Dibuka Kelas Baru untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Latihan diadakan setiap hari Minggu Pukul 14.00 s.d 16.00 di Gelanggang Olah Raga(GOR) Radio Dalam, Pasar Inpres, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bagi yang ingin mendaftar silahkan download form pendaftaran yang ada dibawah ini atau datang langsung ke Sekretariat Sanggar Yudha Asri di JL. Deltasari F1 No. 16 Taman Radio Dalam V, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Download Formulir Pendaftaran : Klik disini untuk download formulir pendaftaran Informasi Lebih Lanjut :  081283704326 / 087871527369 / (WhatsApp)   087871527369 - Irfan Peta Lokasi Sekretariat Sanggar Yudha Asri di Google Maps : Dokumentasi Latihan : Dokumentasi Study Tour Sanggar Yudha Asri dari tahun ke tahun: Cihara, Ma

Kerajinan Tangan Khas Kampung Seni Yudha Asri dan Sekitarnya "Boboko"

Boboko merupakan kerajinan tangan yang terbuat dari bambu. Di gunakan untuk tempat nasi / beras atau untuk tempat bahan makanan atau sayuran. Ukurannya bermacam-macam, ada yang berdiameter 50 cm, 100 cm, bahkan ada yang berukuran besar sekitar 3 meter. Cara pembuatannya tergolong rumit, perlu keahlian khusus. Pertama kita harus menyiapkan sebatang pohon bambu yang sudah tua, kemudian dibersihkan sampai halus. Kemudian bambu dipotong beberapa bagian untuk selanjutnya dibuat kecil-kecil dan tipis. Setelah itu, dibuat bentuk boboko, jika sudah terbentuk, langkah selanjutnya adalah penganyaman, kemudian pengikatan dengan rotan. Untuk lebih jelasnya bisa kita liat pada gambar dibawah ini. Terlihat salah satu keluarga di Kampung Seni Yudha Asri sedang membuat boboko. Boboko ini ada yang dipakai untuk keperluan sehari-hari, ada juga untuk keperluan pesanan atau dijual di pasar tradisional. Klik play (>) untuk melihat video