Kampung Seni Yudha Asri: Hiburan Wayang Golek di Kampung Seni Yudha Asri

Sabtu, 14 Mei 2011

Hiburan Wayang Golek di Kampung Seni Yudha Asri

Wayang bukanlah hal asing lagi bagi masyarakat Indonesia, tersebar hampir diseluruh pelosok negeri dan khususnya di pulau jawa. Wayang merupakan seni pertunjukan peninggalan nenek moyang kita yang didalamnya mengandung nilai-nilai filosofi, budaya serta tuntunan kepada kita berbuat arif dan bijaksana dalam menjalani hidup.
Pada masa Islamisasi di pulau jawa, wayang adalah salah satu medianya. Wali Songo pada waktu menggunakan alat ini sebagai media tontonan sekaligus menyebarkan ajaran islam. Sunan Kalijaga dan Sunan Giri pada waktu itu mempunyai perananan penting bagi masyarakat jawa sebagai penyebar agama Islam melalui wayang ini. Wayang sendiri ada banyak macamnya, ada Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Puket, Wayang Purwa, Wayang Orang,Wayang Beber dan masih banyak lagi.
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, Wayang Golek hadir sekitar tahun 1920-an. Wayang Golek menceritakan sejarah Ramayana dan Mahabarata. Namun cerita disini bukan seperti yang berada di India, cerita disini sudah melalui proses pembauran dengan budaya Indonesia. Dimana sudah mengenal Tuhan dan ajaran untuk beribadah kepada Allah SWT, Melaksanakan segala perintah dan larangannya. Wayang Golek diiringi oleh gamelan sebagai alat musiknya serta juru kawih/nyanyi yang disebut Sinden.
Seperti kebanyakan wayang lainnya, Wayang Golek dimainkan oleh seorang dalang yang mencerikan alur lalakon/cerita. Terdapat kemiripan antara Wayang Golek dan Wayang Kulit yaitu tokoh yang berperan dalam wayang tersebut, misalnya Semar, Gatot Kaca, Arjuna, Cepot dan lain sebagainya.(Photo : Dok KSYA 10 Mei 2011)